7 Kesalahan SEO on Page yang Harus Dihindari

Table of Contents
Kesalahan SEO on Page yang Harus Dihindari


Saya pernah mengira bahwa selama artikel saya panjang, penuh kata kunci, dan punya gambar bagus, maka pasti akan langsung nangkring di halaman satu Google. Ternyata, realitanya jauh berbeda. Meskipun terlihat sepele, banyak kesalahan SEO on page yang bisa bikin website susah naik peringkat—bahkan kalau kontennya sebenarnya bagus.

7 Kesalahan SEO on Page yang Harus Dihindari

Nah, dalam artikel ini, saya bakal sharing 7 kesalahan umum yang sering banget dilakukan (termasuk yang pernah saya lakukan juga), supaya Anda bisa belajar dari pengalaman dan tidak mengulang kesalahan yang sama.

1. Mengabaikan Struktur Heading

Banyak orang nulis artikel kayak bikin catatan pribadi. Nggak pakai heading, atau malah semua heading pakai H2 tanpa struktur yang jelas. Padahal, heading itu semacam peta buat Google dan pembaca.

Gunakan H1 untuk judul utama (cukup sekali saja), lalu H2 untuk subjudul besar, dan H3 kalau perlu mengurai poin di dalamnya. Struktur ini bukan hanya bikin konten lebih mudah dibaca, tapi juga membantu mesin pencari memahami hierarki informasi di halaman Anda.

2. Keyword Stuffing (Terlalu Banyak Kata Kunci)

Saya tahu, kita semua ingin Google paham bahwa halaman kita relevan. Tapi menjejali konten dengan kata kunci berulang-ulang bukan solusi. Malah bikin tulisan terasa dipaksakan dan mengganggu pengalaman membaca.

Contohnya kayak gini: “Teknik SEO on page yang wajib dikuasai adalah teknik SEO on page yang harus digunakan dalam SEO on page...” Ya, siapa pun yang baca bakal merasa terganggu. Gunakan sinonim dan variasi kata, dan fokus pada value konten, bukan sekadar kata kunci.

3. Meta Title dan Deskripsi yang Nggak Dioptimasi

Meta title dan deskripsi itu kayak iklan mini yang muncul di hasil pencarian. Tapi banyak yang asal tulis, bahkan dibiarkan kosong. Ini kesalahan fatal.

Judul harus mengandung kata kunci utama dan tetap menarik. Deskripsi? Gunakan untuk mengundang klik. Buat pembaca merasa penasaran, tapi tetap relevan dengan isi konten.

Tips cepat: Tulis judul di bawah 60 karakter, deskripsi di bawah 160 karakter, dan pastikan keduanya bisa menjawab niat pencari (search intent).

4. Tidak Mengoptimalkan Gambar

Gambar bisa memperkuat pesan, mempercantik tampilan, dan meningkatkan engagement. Tapi kalau gambar berukuran besar, tidak dikompres, dan tanpa alt text, bisa jadi beban buat performa website.

Optimasi gambar itu sederhana:

  • Kompres ukuran file sebelum upload.
  • Gunakan nama file deskriptif, misalnya teknik-seo-on-page.png daripada IMG_8273.png.
  • Tambahkan alt text yang menjelaskan isi gambar—ini membantu SEO dan aksesibilitas.

5. URL Berantakan

Pernah lihat URL kayak www.websiteanda.com/page?id=2398f4? URL model begini nggak kasih petunjuk apa-apa buat Google maupun pengguna.

Buat URL yang pendek, jelas, dan mengandung kata kunci utama. Misalnya: www.websiteanda.com/teknik-seo-on-page. Selain lebih ramah mesin pencari, URL ini juga lebih mudah diingat dan dibagikan.

6. Tidak Ada Internal Linking

Setiap halaman di website Anda idealnya saling terhubung. Tapi banyak yang bikin artikel tanpa arah—nggak ada link ke konten lain. Ini bikin pengalaman pengguna jadi terbatas, dan mesin pencari pun kesulitan memahami konteks halaman.

Gunakan internal linking untuk mengarahkan pembaca ke artikel terkait. Misalnya, saat Anda bahas kesalahan SEO on page, Anda bisa link ke artikel tentang teknik SEO yang wajib dikuasai. Sederhana, tapi berdampak besar.

7. Mengabaikan Kecepatan Halaman

Jujur saja, siapa sih yang tahan nunggu halaman website loading lebih dari 3 detik? Saya pribadi langsung tutup tab. Google pun berpikir sama: halaman lambat = pengalaman buruk = ranking turun.

Periksa kecepatan halaman Anda pakai tools seperti PageSpeed Insights. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan:

  • Gunakan hosting yang andal.
  • Minify CSS dan JavaScript.
  • Aktifkan cache browser.
  • Hindari terlalu banyak plugin berat (buat pengguna WordPress).

Ringkasan Cepat: Kesalahan SEO On Page yang Sering Terjadi

  • Struktur heading berantakan
  • Keyword stuffing yang berlebihan
  • Meta title & deskripsi tidak optimal
  • Gambar tidak dikompres & tanpa alt text
  • URL tidak SEO-friendly
  • Tidak ada internal linking
  • Website lambat

Kesimpulan

SEO on page itu mirip kayak nyiapin rumah sebelum tamu datang. Percuma punya rumah gede dan strategis kalau dalemnya berantakan, nggak ada petunjuk ruangan, dan tamu harus nunggu pintunya kebuka lima menit.

Hindari tujuh kesalahan di atas supaya rumah digital Anda (alias website) nyaman, cepat, dan ramah buat pengunjung—termasuk mesin pencari. Percayalah, optimasi on page yang solid bisa jadi pembeda antara halaman pertama dan halaman sepi tak berpenghuni.

Selamat ngulik SEO dan semoga ranking Anda terus naik ke puncak!

 

Posting Komentar