Contoh SEO On Page yang Wajib Diterapkan
Waktu pertama kali saya ngulik SEO, jujur, saya pikir semua tentang backlink dan ranking instan. Tapi makin ke sini, makin sadar—SEO yang bagus itu pondasinya justru ada di halaman kita sendiri. Yup, kita ngomongin soal SEO on page. Dan percaya deh, banyak orang masih salah langkah di tahap awal ini.
Saya ingin share beberapa contoh SEO on page yang bukan cuma teori, tapi benar-benar saya terapkan di blog dan website klien. Bukan yang ribet, tapi yang efeknya terasa.
Contoh SEO On Page yang Wajib Diterapkan
1. Struktur Heading yang Rapi dan Relevan
Jangan anggap remeh urutan heading. H1 untuk judul utama, H2 buat subjudul, dan seterusnya. Banyak yang asal pakai H3 di mana-mana, padahal ini kayak ngasih peta ke Google: “Eh, ini bagian penting, tolong indeks ya!”
Contoh penerapan SEO on page yang sering saya lakukan:
- H1 hanya dipakai sekali di halaman.
- H2 digunakan untuk membagi topik besar.
- H3 dan H4 bantu pecah topik agar makin mudah dipahami pembaca dan mesin pencari.
2. Penggunaan Kata Kunci secara Alami
Kalau kamu nulis demi keyword semata, pembaca bakal kabur. Google pun makin pintar, mereka tahu mana konten yang manusiawi dan mana yang kayak robot.
Tips saya? Fokus pada intent keyword. Misalnya, keyword utama kita contoh SEO on page, maka keyword turunannya bisa seperti:
- “cara menerapkan SEO on page”
- “teknik optimasi halaman website”
- “struktur konten SEO friendly”
Saya biasanya sematkan keyword utama di judul, awal paragraf, satu subheading, dan meta description—cukup segitu. Sisanya? Biarkan mengalir alami.
3. Optimasi Gambar dengan Alt Text
Gambar bisa jadi senjata SEO kalau kita tahu cara pakainya. Jangan upload file dengan nama “image1.jpg”. Gunakan nama file deskriptif, kayak “struktur-heading-seo.jpg”. Dan jangan lupa isi alt text dengan deskripsi yang relevan.
Contohnya:
Alt: "Contoh teknik SEO on page melalui struktur heading yang benar"
Selain bantu SEO, ini bikin konten lebih ramah bagi pengguna dengan keterbatasan visual.
4. Internal Link yang Cerdas
Jangan asal taruh tautan. Internal linking itu kayak ngajak pembaca jalan-jalan di toko kamu—supaya mereka tahu ada banyak rak menarik lainnya. Tapi jangan bikin mereka muter-muter terus tanpa arah.
Saya pakai strategi ini:
- Link ke artikel yang relevan dan mendalam.
- Gunakan anchor text natural, misalnya: "lihat juga panduan teknik SEO dasar untuk pemula".
Ini bukan cuma soal pengalaman pengguna, tapi juga bantu bot Google menjelajah situs dengan efisien.
5. Kecepatan dan Responsif: Prioritas!
Pernah nggak, kamu buka website tapi loading-nya kayak nunggu antrian di bank pas hari Senin? Jangan sampai halaman kita seperti itu. Kecepatan halaman adalah faktor ranking yang nyata.
Beberapa cara cepat yang bisa langsung kamu eksekusi:
- Kompres gambar sebelum upload.
- Gunakan lazy load.
- Pakai hosting yang cepat dan stabil.
- Gunakan template ringan dan mobile friendly.
Tools favorit saya untuk cek ini: PageSpeed Insights dan GTmetrix.
6. Meta Title dan Description yang Menggoda
Anggap ini kayak spanduk toko kamu. Kalau nggak menarik, siapa yang mau mampir? Meta title harus padat, berisi, dan mengandung keyword utama. Meta description harus menjelaskan value artikel dalam 150–160 karakter.
Contoh meta yang saya pakai:
Title: Contoh SEO On Page yang Efektif untuk Website Pemula
Description: Pelajari cara menerapkan teknik SEO on page seperti struktur
heading, penggunaan keyword alami, hingga kecepatan halaman.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar SEO On Page
Q: Apakah internal link harus banyak?
A: Tidak. Fokus pada kualitas dan relevansi link, bukan jumlahnya.
Q: Apakah tag H1 bisa dipakai lebih dari satu kali?
A: Sebaiknya tidak. Gunakan satu H1 untuk judul utama halaman.
Q: Seberapa penting alt text untuk SEO?
A: Cukup penting, terutama untuk gambar yang informatif. Ini juga bantu
visibilitas di Google Image.
Kesimpulan
Optimasi SEO on page bukan hal yang ribet, asal kita tahu apa saja yang berdampak besar. Dari struktur heading, pemakaian keyword, sampai kecepatan halaman—semuanya punya peran. Kuncinya, jangan hanya mikirin mesin pencari. Fokuslah menciptakan pengalaman terbaik untuk pengunjung.
Mulai terapkan contoh dari SEO on page di atas satu per satu. Lihat bagaimana performa websitemu pelan-pelan naik, bukan karena sulap, tapi karena strategi yang tepat sasaran.
Kalau kamu udah coba teknik lainnya, saya bakal senang banget dengar hasilnya!

Posting Komentar